Email: tafsirhadits@ymail.com / emand_99@hotmail.com

Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Nuruddin al-Raniri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nuruddin al-Raniri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2012

TUHFAT SARANDIB TADHKIRAT LI AL-MUHIB Dialektika Teks dan Realitas: Pengaruh Ideologi al-Raniri di Tanah Saylan

Tulisan ini ingin membuktikan adanya pengaruh pemikiran Nuruddin al-Raniri di negeri Sarandib/Saylan (Srilanka) yang notabene masyarakatnya mayoritas beragama Budha (69% suku Singala dan Tamil 18%). Hal ini dibuktikan adanya tulisan al-Raniri yang berbahasa/aksara Jawi dianggap penting bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab di negeri tersebut.
Hal ini dibuktikan adanya hubungan antara Timur Tengah dan Nusantara sejak kebangkitan Islam sampai paruh kedua abad ke-17 yang menempuh beberapa fase; fase pertama, abad ke-8 sampai abad-12, hubungan umumnya berkenaan dengan perdagangan. Inisiatif hubungan ini banyak diprakarsai muslim Timur Tengah, khususnya Arab dan Persia. Fase kedua, sampai abad ke-15 hubungan antara dua kawasan mulai ekspansi aspek lebih luas, perdagangan dan pengembara sufi, mulai mengintensifikasikan penyebaran Islam di berbagai wilayah Nusantara. Pada tahap ini hubungan keagamaan dan kultural terjalin lebih erat. Fase ketiga, sejak abad ke-16 sampai paruh kedua abad ke-17. Dalam masa ini hubungan-hubungan yang terjalin lebih bersifat politik di samping keagamaan. Pada periode ini, muslim nusantara semakin banyak ke tanah suci, yang pada gilirannya mendorong terciptanya jalinan keilmuan antara Timur Tengah dan Nusantara. (Azyumardi Azra, 2007, 49-50).
Sejak saat itu dimulailah hijrah Arab Hadramaut ke Gujarat di pesisir pantai India Barat. Di sana mereka membangun perkampungan yang oleh orang India dinamakan perkampungan Arab Melayu, dan ada diantaranya yang melanjutkan perjalanannya ke Indonesia dan menetap di daerah pantai Sumatera. Hubungan Arab dengan India melalui jalan laut dimulai sejak awal tahun masehi, atau lebih tepatnya sebelum runtuhnya Himyar di Yaman. Hubungan ini merupakan hubungan pertama bangsa Arab dengan Timur Jauh pada umumnya dan dengan Indonesia pada khususnya, karena para pedagang Arab itu menggunakan India sebagai terminal pertama yang menyampaikan mereka ke Sarandib, kemudian dari sana mereka melanjutkan perjalanannya ke Indonesia.
Nuruddin al-Raniri mempunyai pandangan sama dengan tokoh-tokoh sebelumnya, bahwa Tuhan dan alam raya adalah dua entitas yang berbeda, masing-masing mempunyai hakekat yang berlainan. Al-Raniri menerima pandangan Ibn Arabi bahwa alam raya merupakan ungkapan luar (al-a’ya>n al-kha>rijiyyah) dari Tuhan. Karena itu, ungkapan luar Tuhan bukanlah Tuhan sendiri, ia semata-mata bayangan wujud Tuhan. (Ms. 2-3).



Manusia Terbaik Adalah Yang Bermanfaat terhadap Yang Lainnya